Breaking News

SEMINAR WISUDA UNIVERSITAS TERBUKA DAERAH UT PURWOKERTO

Seminar, 5 Oktober 2026 yang di gelar di Kampus universitas terbuka Purwokerto dengan 
Tema: “Peran Generasi Muda Akademis dalam Menggerakkan Inovasi Daerah dan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan”
Hadir dalam acara ini 
Drs. Suhartono, M.Si.Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni 
Adi Setyawan, S.E, M.M-Manajer Keuangan, sumber daya dan umum
Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian — Hendy Yudoko, S.P 
Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, S.H., S.E., M.Si., M.H., Ak., CA., ASEAN CPA., CTAP., CPA., CertIPSAS., CFrA., ACFI —

Dalam sambutannya Direktur Universitas Terbuka Purwokerto Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si.Wisuda adalah titik perubahan—dari proses belajar menuju proses berkarya, dari memperoleh pengetahuan menuju memberikan manfaat, dan dari membangun kapasitas diri menuju memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Oleh karena itu, sangat tepat apabila momentum ini kita hadirkan melalui seminar dengan tema “Peran Generasi Muda Akademis dalam Menggerakkan Inovasi Daerah dan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.”

Tema ini bukan sekadar tema seminar. Tema ini adalah sebuah ajakan.
Ajakan kepada kita semua untuk melihat bahwa pendidikan tinggi harus memiliki hubungan yang kuat dengan persoalan nyata di masyarakat. Pengetahuan yang kita peroleh di perguruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi gagasan, gagasan perlu diwujudkan menjadi inovasi, dan inovasi perlu diarahkan untuk menciptakan manfaat serta nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

Terlebih lagi, generasi muda saat ini hidup dalam lingkungan perubahan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan artifisial, transformasi dunia kerja, perubahan model bisnis, persoalan lingkungan, hingga dinamika ekonomi global telah mengubah cara kita belajar, bekerja, berusaha, dan membangun masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan.
Dan di sinilah peran generasi muda akademis menjadi sangat penting.

Universitas Terbuka memiliki komitmen untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya. Namun, bagi kami, akses pendidikan bukanlah tujuan akhir.
Akses harus melahirkan kompetensi.
Kompetensi harus melahirkan kepercayaan diri.
Kepercayaan diri harus mendorong keberanian untuk berkarya.
Dan karya harus menghasilkan dampak bagi masyarakat.

Karena itu, kita ingin para lulusan Universitas Terbuka bukan hanya menjadi individu yang memiliki gelar akademik, tetapi menjadi insan yang mampu mengidentifikasi persoalan, membaca peluang, mengembangkan potensi, menciptakan inovasi, dan memberikan solusi.

Pemaparan Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, S.H., S.E., M.Si., M.H., Ak., CA., ASEAN CPA., CTAP., CPA., CertIPSAS., CFrA., ACFI, dengan topik “Re-Think, Re-Use, Re-Grow: Arah Baru Inovasi Daerah dalam Perspektif Green Economic.”
Tema ini mengajak kita melihat bahwa inovasi daerah tidak dapat dilepaskan dari keberlanjutan.
Kita perlu re-think—memikirkan kembali cara kita memanfaatkan sumber daya.
Kita perlu re-use—mengoptimalkan kembali apa yang masih memiliki nilai guna.
Dan kita perlu re-grow—menumbuhkan kembali potensi ekonomi dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Perspektif green economy memberikan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru keduanya dapat berjalan bersama ketika inovasi dikembangkan dengan cara yang tepat.

Bagi generasi muda akademis, ini membuka ruang yang sangat luas.
Potensi daerah—baik sumber daya alam, kreativitas masyarakat, budaya, UMKM, teknologi, maupun sumber daya manusia—dapat menjadi sumber lahirnya inovasi ekonomi baru.
Dengan demikian, inovasi tidak harus selalu dimulai dari teknologi yang mahal atau sesuatu yang sangat kompleks. Inovasi dapat dimulai dari kemampuan kita melihat sesuatu yang sudah ada dengan cara pandang yang berbeda, kemudian menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Perspektif kedua yang tidak kalah penting akan kita dapatkan melalui tema “Empowering Potential to Driving Innovation” yang akan disampaikan oleh Najla Afiyah Hijrina Hadiyansah. Tema ini memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan tema besar seminar kita, karena ketika kita berbicara tentang inovasi daerah, pada dasarnya kita tidak hanya berbicara tentang teknologi, produk, atau model bisnis, tetapi juga berbicara tentang manusia yang menjadi penggeraknya. Setiap daerah memiliki potensi, baik berupa sumber daya alam, kreativitas masyarakat, kekayaan budaya, perkembangan teknologi, maupun sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut tidak dengan sendirinya menjadi kekuatan. Potensi perlu dikenali, dikembangkan, diberi ruang untuk tumbuh, dan diberdayakan agar dapat diwujudkan menjadi karya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Hal yang sama berlaku bagi generasi muda. Setiap anak muda memiliki pengetahuan, kreativitas, keterampilan, pengalaman, jejaring, serta gagasan yang dapat menjadi modal penting untuk menciptakan perubahan. Namun, modal tersebut baru akan memberikan dampak ketika memperoleh kesempatan untuk berkembang dan diwujudkan melalui keberanian untuk mencoba, bereksperimen, berkolaborasi, belajar dari pengalaman, termasuk belajar dari kegagalan, serta menemukan cara-cara baru dalam menyelesaikan persoalan. Karena itu, empowering potential bukan sekadar memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang, tetapi juga membangun kepercayaan bahwa potensi yang mereka miliki dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dari proses pemberdayaan inilah kemudian tumbuh kompetensi, kreativitas, dan keberanian untuk melahirkan inovasi.
Inovasi sendiri tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang sepenuhnya baru. Inovasi dapat hadir ketika seseorang menemukan cara yang lebih efektif, lebih efisien, lebih kreatif, atau lebih berkelanjutan dalam menyelesaikan persoalan yang sudah ada. Seorang lulusan, misalnya, dapat melihat persoalan yang dihadapi UMKM di daerahnya dan kemudian membantu mengembangkan strategi pemasaran digital; melihat potensi produk lokal dan membantu memperbaiki pengelolaan serta pencatatan keuangannya; melihat persoalan lingkungan dan mengembangkan model usaha yang lebih ramah lingkungan; atau memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi. Mungkin setiap langkah tersebut terlihat sederhana, tetapi ketika dilakukan secara konsisten, dikembangkan melalui kolaborasi, dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, maka akan tumbuh menjadi inovasi yang memiliki dampak lebih luas.
Di sinilah kita dapat melihat hubungan yang erat antara “Empowering Potential to Driving Innovation” dengan tema besar seminar kita. Pemberdayaan potensi manusia menjadi titik awal, inovasi menjadi proses untuk mengubah potensi tersebut menjadi solusi, sedangkan nilai ekonomi dan manfaat sosial menjadi bagian dari dampak yang ingin kita capai. Karena itu, generasi muda akademis tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan. Mereka perlu memiliki keberanian untuk menciptakan perubahan, dengan menjadikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan sebagai modal untuk membaca persoalan, mengenali peluang, membangun kolaborasi, dan menghasilkan solusi yang relevan bagi masyarakat. Dengan cara inilah potensi generasi muda dapat menjadi kekuatan yang ikut menggerakkan inovasi daerah dan memperkuat kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.

Upaya membangun kemandirian ekonomi daerah tentu tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, komunitas, dan generasi muda perlu bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Karena itu, saya menyambut baik berbagai bentuk kolaborasi yang terus dibangun oleh Universitas Terbuka Purwokerto. Pada hari ini, rangkaian seminar juga akan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama antara UT Purwokerto dengan PT Yu Zhong Consultant Investment serta dengan Stasiun Meteorologi Kelas II Tunggul Wulung Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Bagi kami, kerja sama tersebut bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem kolaborasi yang memungkinkan pengetahuan, kompetensi, teknologi, dan pengalaman dari berbagai pihak dapat dipertemukan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Perguruan tinggi tidak dapat berdiri sendiri, karena inovasi yang memberikan dampak membutuhkan keterhubungan dengan dunia usaha, pemerintah, lembaga profesional, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Semangat inilah yang perlu kita bangun bersama, yaitu kolaborasi untuk menciptakan dampak.
Para wisudawan yang saya banggakan,
Setelah hari ini, Saudara akan memasuki ruang kehidupan yang jauh lebih luas. Dunia yang Saudara hadapi mungkin berbeda dengan dunia ketika Saudara pertama kali memulai perjalanan pendidikan di Universitas Terbuka. Perubahan teknologi, dinamika dunia kerja, perkembangan ekonomi, dan kebutuhan masyarakat akan terus bergerak. Karena itu, saya ingin mengajak Saudara untuk tidak hanya bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan setelah lulus?”, tetapi juga bertanya, “Apa yang dapat saya berikan setelah saya lulus?” Jangan hanya melihat pekerjaan sebagai sesuatu yang tersedia untuk kita, tetapi lihat pula persoalan sebagai ruang untuk kita berikan solusi. Jangan hanya melihat daerah sebagai tempat untuk mencari peluang, tetapi lihatlah daerah sebagai ruang untuk menciptakan peluang. Dan jangan melihat potensi diri semata-mata sebagai modal untuk mencapai keberhasilan pribadi, tetapi jadikan potensi tersebut sebagai energi untuk menciptakan manfaat bagi orang lain dan lingkungan di sekitar kita.
Saudara adalah bagian dari generasi yang memiliki peluang besar. Saudara tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, memiliki akses terhadap informasi yang semakin luas, dan memiliki kesempatan untuk membangun jejaring yang melampaui batas wilayah. Namun, setiap peluang selalu membawa tanggung jawab. Karena itu, gunakan teknologi dengan bijak, gunakan pengetahuan dengan etika, gunakan kreativitas untuk menghasilkan solusi, dan gunakan kompetensi untuk menciptakan kebermanfaatan. Saya berharap para wisudawan Universitas Terbuka Purwokerto dapat menjadi generasi yang berdaya sekaligus memberdayakan—generasi yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan dirinya, tetapi pada saat yang sama mampu membantu orang lain tumbuh dan berkembang; generasi yang berani berinovasi bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga untuk menjawab kebutuhan lingkungan dan masyarakat; serta generasi yang memandang keberhasilan bukan hanya dari pencapaian individu, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya terhadap kemajuan daerah dan bangsa.
Hadirin yang saya hormati,
Pada akhirnya, inovasi daerah tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Inovasi dapat berawal dari satu gagasan sederhana, dari satu persoalan yang kita lihat, dari satu potensi yang kita kenali, atau dari satu keberanian untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk bergerak dan menjadikan pengetahuan sebagai tindakan nyata. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi berani mengambil peran sebagai penggerak perubahan. Jika potensi generasi muda terus diberdayakan, jika inovasi terus dikembangkan, jika pertumbuhan ekonomi diarahkan pada keberlanjutan, dan jika seluruh elemen masyarakat bergerak dalam semangat kolaborasi, maka kita dapat bersama-sama membangun daerah yang semakin mandiri, adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Universitas Terbuka ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Kita ingin menghadirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan pekerjaan; tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga siap menciptakan perubahan; tidak hanya memiliki potensi, tetapi mampu mengembangkan dan memberdayakan potensi menjadi inovasi; serta tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi turut memastikan bahwa pertumbuhan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas dan berlangsung secara berkelanjutan. Inilah kontribusi yang diharapkan dari generasi muda akademis: membawa pengetahuan keluar dari ruang akademik, menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat, kemudian mengubahnya menjadi karya dan inovasi yang memberikan dampak.
Kepada seluruh wisudawan Universitas Terbuka Purwokerto, sekali lagi saya menyampaikan selamat atas capaian yang telah Saudara raih. Jadikan gelar yang Saudara peroleh hari ini bukan sebagai akhir perjalanan, tetapi sebagai awal dari kontribusi yang lebih luas. Teruslah belajar, teruslah mengembangkan potensi, teruslah berinovasi, teruslah berkolaborasi, dan teruslah memberikan manfaat. Mari kita bersama-sama membangun generasi muda akademis yang mampu menggerakkan inovasi daerah, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.
Semoga seminar hari ini dapat membuka wawasan, memperluas jejaring, menguatkan keberanian untuk berinovasi, dan menginspirasi kita semua untuk bergerak dari potensi menuju aksi, dari aksi menuju inovasi, dan dari inovasi menuju dampak. Dengan semangat tersebut, mari kita jadikan momentum wisuda ini bukan hanya sebagai perayaan atas capaian akademik, tetapi juga sebagai awal dari perjalanan baru untuk menghadirkan karya, memberikan manfaat, dan turut membangun masa depan daerah dan bangsa.

Wisuda Daerah Universitas Terbuka Purwokerto dengan tema “Peran Generasi Muda Akademis dalam Menggerakkan Inovasi Daerah dan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan”, secara resmi saya nyatakan dibuka.
© Copyright 2022 - Maju Mapan