Majumapannews TEMANGGUNG- Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Temanggung sejak tiga bulan terakhir mulai berdampak serius. Ribuan warga di Desa Gentan , Kecamatan Kranggan,Temanggung kini mengalami krisis air bersih.
Pantauan di lapangan, sejumlah sumber mata air dan sumur warga mulai mengering. Warga terpaksa harus menempuh jarak hingga 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih, bahkan harus membeli air dengan harga Rp 150 -200 ribu per 2000 liter
"Kulo sampun 5 minggu sumure asat. Adus, masak, ngombe tumbas sedanten. Nek mboten tumbas yo mboten wonten banyu," keluh Siti (45), warga Dusun Suruh Gentan
Koordinator lapangan Wukir mengatakan, dari 15 Dusun ada sembilan Dusun yang terdampak, dan dari sembilan Dusun ada lima Dusun yang paling parah. Dari sembilan Dusun tersebut ada 1.118 Kepala Keluarga (KK) kini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kondisi ini diperparah karena hujan tidak turun lebih dari 80 hari. Namun kami bersyukur dan berusaha menjalin hubungan ke semua pihak untuk bersama sama memberikan bantuan droping air bersih tersebut diantara ada donasi dari LAZISNU, UPZ DKPPP Temanggung, Komunitas Temanggung Berkah Anti Riba,(TEBAR), PERHIPTANI Temanggung ,KPUD Temanggung dan juga dari pihak lain maupun donasi secara pribadi .
Dalam pelaksaanaanya droping air bersih di lapangan , dari team relawan Lazisnu Ranting Gentan beserta Gerakan Pemuda Ansor dan Banser PAC Kranggan terus melakukan dropping air bersih secara bergiliran. Namun bantuan tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk kebutuhan seluruh warga.
Warga berharap pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah segera memberikan solusi jangka panjang, seperti pembangunan sumur dalam dan embung, agar krisis serupa tidak terulang setiap tahun saat musim kemarau tiba.

Social Header