Kegiatan bertajuk Membangun Generasi Tangguh Kabupaten Banjarnegara melalui Implementasi Insersi Koperasi pada Jenjang SD, SMP, dan SMA tersebut diikuti kepala sekolah, guru, pengawas, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Workshop bertujuan memperkuat pemahaman mengenai nilai, prinsip, dan praktik perkoperasian sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Banjarnegara, Drs Adi Cahyono Purwo Saputro MM, mengatakan pengenalan nilai-nilai koperasi perlu dilakukan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki karakter gotong royong, mandiri, dan bertanggung jawab.
"Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi juga media pendidikan karakter. Melalui insersi perkoperasian pada jenjang SD, SMP, dan SMA, kami ingin menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, demokrasi, dan kemandirian kepada peserta didik sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan adaptif," ujarnya.
Menurut Adi, sekolah memiliki posisi strategis dalam meningkatkan literasi ekonomi sekaligus membentuk karakter peserta didik. Karena itu, materi perkoperasian diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya memahami konsep koperasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem koperasi modern yang berdaya saing sekaligus mendukung pengembangan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Ia berharap implementasi pendidikan perkoperasian di lingkungan sekolah dapat membangun budaya berkoperasi sejak dini sekaligus mencetak generasi berkarakter kolaboratif, dan peduli.
"Harapan kami, peserta workshop dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Nilai-nilai perkoperasian tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kepemimpinan, dan semangat kolaborasi di kalangan peserta didik," katanya.
Workshop menghadirkan narasumber antara lain Inspektur Kabupaten Banjarnegara Drs Agung Yusiant M.Si yang membawakan materi Penguatan Tata Kelola dan Integritas melalui Insersi Pendidikan Perkoperasian dalam Dunia Pendidikan. Selain itu Ketua Koperasi PGRI Dwija Usaha Mandiri sekaligus Pengawas SMP Dindikpora Banjarnegara Tunut Suswanto dengan materi Insersi Perkoperasian pada Ekosistem Pendidikan, serta Mohammad Subhan yang memaparkan implementasi pendidikan perkoperasian. Hadir pula Hj. Sri Rusupiati dan Afidian Sikta F, S.Pd., yang turut memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing.
Pada workshop tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep insersi perkoperasian, strategi penerapannya dalam pembelajaran, serta contoh praktik baik yang dapat disesuaikan dengan karakteristik jenjang SD, SMP, dan SMA.*** (Kominfo).

Social Header