Breaking News

Peringatan Hari Buruh Internasional 2026,BPJS Ketenagakerjaan Banjarnegara Salurkan Santunan Ratusan Juta Rupiah

Majumapannews BANJARNEGARA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kabupaten Banjarnegara menjadi momentum nyata kehadiran negara bagi para pekerja. Bertempat di Balai Apung Surya Yudha, Jumat (1/5/2026), BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjarnegara menyerahkan santunan kematian dan kecelakaan kerja dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Penyerahan simbolis diberikan Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana kepada lima ahli waris pekerja dari berbagai sektor, mulai dari pekerja rentan, perangkat desa, hingga karyawan swasta. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di wilayah Banjarnegara.

Salah satu penerima santunan terbesar adalah ahli waris almarhum Rizki Rumuat, karyawan PT Katraco Putra Selaras yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan total manfaat sebesar Rp.163.275.780.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Banjarnegara, Amalia Ayuni, menjelaskan bahwa santunan kematian akibat kecelakaan kerja dihitung sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.

"Penting bagi pengusaha dan pekerja untuk melaporkan upah yang sebenarnya. Selain santunan tunai, kami juga memberikan beasiswa untuk dua orang anak almarhum dari jenjang TK hingga perguruan tinggi dengan total potensi mencapai Rp.174 juta," ujarnya. 

Selain sektor formal, pemerintah daerah juga menunjukkan komitmennya melalui perlindungan pekerja rentan yang dibiayai oleh anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dua orang pekerja rentan, yakni almarhum Miswanto dan almarhum Sujati (Desa Giritirta), masing-masing mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp. 42 juta.

Santunan serupa juga diberikan kepada keluarga almarhum Aman Supriyadi, seorang perangkat RT/RW dari Desa Depok, Kecamatan Bawang, serta pengajar keagamaan.

"Inilah bukti nyata bahwa negara hadir saat warga mengalami musibah. Jangan sampai saat tulang punggung meninggal, mereka hanya meninggalkan duka.
 
Dengan santunan ini, ekonomi keluarga diharapkan tetap stabil dan anak-anak tidak putus sekolah," Lanjutnya.

Meskipun penyaluran manfaat terus berjalan, Amalia mengakui masih ada tantangan besar. Saat ini, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Banjarnegara baru mencapai 22,76% dari target 33,66% pada tahun 2026. 

Terdapat selisih sekitar 57.000 pekerja yang masih perlu dilindungi, terutama di sektor UMKM dan pekerja informal seperti petani, pedagang, dan penderes.
Untuk mendorong hal tersebut, pemerintah memberikan relaksasi iuran bagi pekerja informal di tahun 2026. 

Berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2025, iuran yang semula Rp.16.800 dipotong menjadi hanya Rp.8.400 per bulan untuk program kecelakaan kerja dan kematian, tanpa mengurangi nilai manfaat sedikitpun.

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada para buruh sebagai pahlawan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.

"Mari kita jadikan momentum May Day 2026 dengan tema 'Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja' sebagai titik tolak untuk bangkit. Saya mengapresiasi perusahaan yang tetap teguh memenuhi kewajiban jaminan sosial bagi karyawannya," kata Bupati 

BPJS Ketenagakerjaan kini tengah menggencarkan edukasi masif di ekosistem rumah ibadah dan lembaga kemasyarakatan desa (LKD) agar seluruh lapisan masyarakat pekerja di Banjarnegara mendapatkan hak perlindungan yang sama.*** (Kominfo_ /ahr).
© Copyright 2022 - Maju Mapan