Majumapannews Banjarnegara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Balai Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, untuk meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan program pelayanan kesehatan gratis Spesialis Keliling (Speling), Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan ini, Gubernur menyampaikan, kondisi ekonomi di Jawa Tengah saat ini sangat stabil, bahkan mencatatkan deflasi yang terkendali sebesar 0,027 persen, yang menunjukkan bahwa harga bahan pokok penting di masyarakat sangat terjangkau.
Guna memperkuat daya beli tersebut, pemerintah memberikan subsidi khusus melalui GPM untuk beberapa komoditas seperti beras, bawang merah, bawang putih, telur dan minyak goreng agar harganya berada di bawah harga normal.
"Beberapa komoditas seperti minyak goreng sempat mengalami fluktuasi, namun kami memastikan harganya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)," katanya
Selain ketahanan pangan, fokus utama kunjungan ini adalah pemenuhan layanan kesehatan dasar gratis melalui program Speling yang hingga kini telah menjangkau 859 desa dan melayani sekitar 14.000 warga di Jawa Tengah.
Memasuki tahun 2026, lanjut Gubernur, Pemprov Jateng menargetkan program ini mampu melayani 284.000 jiwa di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Khusus di Kabupaten Banjarnegara, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo ditunjuk sebagai pusat kendali utama yang berkolaborasi dengan rumah sakit daerah dan swasta.
"Melalui sistem jemput bola sampai ke desa-desa ini, masyarakat bisa mengakses berbagai fasilitas medis gratis mulai dari pemeriksaan dokter spesialis, penanganan kesehatan jiwa, hingga penanganan stunting," terangnya
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua program intervensi ini. Menurutnya, GPM sangat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Tentunya GPM ini memberikan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat di tengah situasi ekonomi saat ini," ujarnya
Bupati pun mengapresiasi program Speling mengingat Kabupaten Banjarnegara memiliki keterbatasan fasilitas dengan hanya memiliki empat rumah sakit serta jumlah tenaga spesialis yang terbatas.
"Saya berharap kolaborasi seperti Speling ini terus terjalin ke depan," katanya
Lebih lanjut, Bupati menyoroti salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat ini adalah penanganan stunting yang berkaitan erat dengan penyebaran penyakit TBC pada anak-anak.
Menurutnya, kasus TBC menyerupai fenomena gunung es karena angka yang tampak di permukaan masih minim dibandingkan potensi kasus aslinya. Ia mengatakan, penyakit TBC pada anak bisa disembuhkan secara total asalkan dapat dideteksi dan ditangani sejak awal.
"Melalui kehadiran program Speling yang membawa alat radiologi portable dari RSUD Margono, petugas medis kini dapat melakukan rontgen dada secara instan untuk mendeteksi penyakit serius secara dini," ungkapnya
Dalam kegiatan ini Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan pengembangan usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Selain itu disalurkan pula bantuan candangan pangan meliputi beras 2 Ton, beras sorgum 400 Kg dan beras Fortivit 200 Kg. (kominfo/sdw)
Kunjungi Banjarnegara, Gubernur Ahmad Luthfi Tinjau Gerakan Pangan Murah dan Layanan Kesehatan Speling
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Balai Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, untuk meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan program pelayanan kesehatan gratis Spesialis Keliling (Speling), Senin (18/5/2026).
Dalam kesempatan ini, Gubernur menyampaikan, kondisi ekonomi di Jawa Tengah saat ini sangat stabil, bahkan mencatatkan deflasi yang terkendali sebesar 0,027 persen, yang menunjukkan bahwa harga bahan pokok penting di masyarakat sangat terjangkau.
Guna memperkuat daya beli tersebut, pemerintah memberikan subsidi khusus melalui GPM untuk beberapa komoditas seperti beras, bawang merah, bawang putih, telur dan minyak goreng agar harganya berada di bawah harga normal.
"Beberapa komoditas seperti minyak goreng sempat mengalami fluktuasi, namun kami memastikan harganya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)," katanya
Selain ketahanan pangan, fokus utama kunjungan ini adalah pemenuhan layanan kesehatan dasar gratis melalui program Speling yang hingga kini telah menjangkau 859 desa dan melayani sekitar 14.000 warga di Jawa Tengah.
Memasuki tahun 2026, lanjut Gubernur, Pemprov Jateng menargetkan program ini mampu melayani 284.000 jiwa di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Khusus di Kabupaten Banjarnegara, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo ditunjuk sebagai pusat kendali utama yang berkolaborasi dengan rumah sakit daerah dan swasta.
"Melalui sistem jemput bola sampai ke desa-desa ini, masyarakat bisa mengakses berbagai fasilitas medis gratis mulai dari pemeriksaan dokter spesialis, penanganan kesehatan jiwa, hingga penanganan stunting," terangnya
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran dua program intervensi ini. Menurutnya, GPM sangat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Tentunya GPM ini memberikan manfaat yang sangat berarti bagi masyarakat di tengah situasi ekonomi saat ini," ujarnya
Bupati pun mengapresiasi program Speling mengingat Kabupaten Banjarnegara memiliki keterbatasan fasilitas dengan hanya memiliki empat rumah sakit serta jumlah tenaga spesialis yang terbatas.
"Saya berharap kolaborasi seperti Speling ini terus terjalin ke depan," katanya
Lebih lanjut, Bupati menyoroti salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat ini adalah penanganan stunting yang berkaitan erat dengan penyebaran penyakit TBC pada anak-anak.
Menurutnya, kasus TBC menyerupai fenomena gunung es karena angka yang tampak di permukaan masih minim dibandingkan potensi kasus aslinya. Ia mengatakan, penyakit TBC pada anak bisa disembuhkan secara total asalkan dapat dideteksi dan ditangani sejak awal.
"Melalui kehadiran program Speling yang membawa alat radiologi portable dari RSUD Margono, petugas medis kini dapat melakukan rontgen dada secara instan untuk mendeteksi penyakit serius secara dini," ungkapnya
Dalam kegiatan ini Gubernur Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan pengembangan usaha untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Selain itu disalurkan pula bantuan candangan pangan meliputi beras 2 Ton, beras sorgum 400 Kg dan beras Fortivit 200 Kg. (kominfo/sdw)

Social Header