Majumapannews Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Banjarnegara resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026-2031.
Di bawah kepemimpinan ketua terpilih, Yusman, organisasi ini mengusung misi membumikan Al-Qur'an di Kabupaten Banjarnegara.
Komitmen ini ditegaskannya usai pelantikan pengurus AGPAII Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha, Senin (13/4/2026).
Yusman menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan agama islam saat ini, di mana tingkat literasi Al Quran masih tergolong rendah, bahkan di kalangan pelajar.
Mengacu pada riset nasional dari IIQ Jakarta, tercatat sebanyak 72,25% dari 3.111 umat Muslim di Indonesia belum mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Yusman melihat angka ini sebagai tantangan sekaligus peluang dakwah bagi para guru pendidikan agama islam.
Ia bertekad akan menjalankan amanah dan berupaya menjadikan AGPAII Banjarnegara sebagai wadah para guru pendidikan agama islam untuk mengoptimalkan peran guru dalam mewujudkan generasi penerus yang berkahlakul karimah yang mampu membaca dan mengamalkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
"Di Banjarnegara ada 731 guru pendidikan agama islam. Ini adalah kekuatan besar untuk menjawab tantangan di depan mata. Kita harus berjuang meningkatkan literasi Al-Qur'an agar generasi penerus tidak hanya mampu membaca, tapi juga mengamalkan nilainya," ujarnya
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPW AGPAII Jawa Tengah, Untoro mengatakan, seorang guru harus menjadi teladan bagi anak didiknya. nilai-nilai agama penting untuk ditanamkan kepada generasi muda dan keteladanan guru adalah kunci efektivitas pendidikan agama.
"Guru pendidikan agama islam menjadi ujung tombak dalam pendidikan karakter muridnya. Guru harus memberikan teladan yang baik agar anak didiknya juga meniru perilaku yang baik pula," katanya
Pj Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman berharap para pengurus AGPAII dapat mengemban amanah organisasi dengan baik dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan manusia di Kabupaten Banjarnegara.
Tursiman juga berpesan agar para guru pendidikan agama islam mau berinovasi dan bekreativitas dalam pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan motivasi, dan mempermudah pemahaman siswa.
"Sehingga akan semakin menarik dan murid pun pastinya akan lebih mudah memahami. Harapannya pelajaran agama islam bisa menjadi pelajaran favorit para siswa," pungkasnya. (kominfo/sdw)

Social Header