Breaking News

Sidak Pasar Jelang Lebaran di Banjarnegara, Petugas Temukan Teri Berformalin dan Kerupuk Pewarna Tekstil



Majumapannews BANJARNEGARA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pengawasan terhadap keamanan pangan semakin diperketat. Tim gabungan yang dipimpin Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali beserta Ketua DPRD Banjarnegara Slamet, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Tlus Sugiharto serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banyumas serta satgas pangan Banjarnegara , melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar Klampok Banjarnegara pada Jum'at pagi (14/3/2026)untuk memastikan bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat aman dari zat berbahaya. 
Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah bahan pangan yang positif mengandung zat kimia berbahaya. 
Gideon, pengawas obat dan makanan dari BPOM Banyumas, mengungkapkan bahwa komoditas hasil laut seperti ikan teri dan cumi kering menjadi temuan utama yang mengandung formalin.
"Kami menemukan teri dan cumi yang mengandung formalin. Tujuannya agar awet lebih lama. Selain itu, ada kerupuk dengan warna yang sangat mencolok atau 'jreng', yang diduga kuat menggunakan pewarna tekstil (Rhodamin B)," ujar Gideon saat memberikan keterangan kepada media. 
Ia menekankan bahwa dampak kesehatan dari zat-zat ini bersifat jangka panjang. "Efeknya tidak langsung seperti diare, tetapi konsumsi jangka panjang dapat memicu penyakit mematikan seperti kanker," tambahnya.
Gideon juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengenali pangan yang mengandung zat berbahaya
Ia mengatakan jika makanan berformalin biasanya tidak dihinggapi lalat dan memiliki daya tahan yang tidak wajar di suhu ruang. Warna makanan terlihat sangat tajam, mencolok, dan tidak alami (neon) karena mengandung pewarna tekstil. 
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak BPOM menyarankan agar pengelola pasar memiliki sistem screening mandiri. "Kami menyarankan pihak pasar memiliki test kit sendiri untuk menguji barang yang masuk. Kami siap memfasilitasi dan mengajarkan cara pengujiannya agar zat berbahaya tidak sampai ke tangan konsumen," tutup Gideon.
Wakil Bupati Banjarnegara , Wakhid Jumali, yang turut memantau langsung proses sampling, menyatakan keprihatinannya atas temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa selain memantau stabilitas harga dan ketersediaan barang, faktor keamanan pangan adalah prioritas utama pemerintah dalam melindungi daya beli dan kesehatan masyarakat.
"Harga masih terkendali, namun soal keamanan pangan ini tidak bisa ditoleransi. Kita belajar dari kasus di Kalibening beberapa waktu lalu, di mana ada keracunan buah semangka yang ternyata mengandung Rhodamin B. Hal seperti ini tidak boleh beredar," tegas Wakhid Jumali.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penarikan langsung barang-barang yang terbukti berbahaya dari lapak pedagang. Tim juga akan melakukan penelusuran hingga ke tingkat produsen, baik yang berada di dalam kota maupun dari luar daerah.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih teliti dalam berbelanja selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran ini, dengan memastikan barang yang dibeli memiliki kualitas yang baik dan bebas dari kandungan zat berbahaya.(**Kominfo/ahr)
© Copyright 2022 - Maju Mapan