Majumapannews BANJARNEGARA – Alun-alun Kota Banjarnegara kembali dipenuhi ribuan umat muslim yang melaksanakan Sholat Idulfitri 1447 H pada Sabtu (21/3/2026).
Pelaksanaan ini mengikuti ketetapan pemerintah melalui Menteri Agama yang menyatakan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari tersebut, menyusul pelaksanaan Sholat Id oleh warga Muhammadiyah yang telah berlangsung sehari sebelumnya, Jumat (20/3/2026).
Meskipun terdapat perbedaan hari pelaksanaan, suasana ibadah di Banjarnegara tetap berlangsung dengan khusyuk dan khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang dipimpin oleh Bupati, jajaran Forkompimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Bertindak selaku Imam sholat Idulfitri kali ini adalah DR. H. Ahmad Nafis Athoillah, S.Th.I, M.A., yang juga menjabat sebagai Ketua Lakpesdam PCNU Banjarnegara.
Sementara itu, khotbah Idulfitri disampaikan oleh DR. H. Attabik Hasan Ma’ruf, Lc., M.A., Ketua PC GP Ansor Banjarnegara.
Dalam khotbahnya, Dr. H. Attabik menekankan bahwa perbedaan waktu pelaksanaan lebaran seharusnya tidak menjadi sekat pemisah antarumat Islam. Ia menegaskan bahwa kekuatan umat bukan diukur dari besarnya sebuah organisasi, melainkan dari kesatuan hati.
"Pagi ini langit Banjarnegara dipenuhi gema takbir. Walau langkah kita mungkin berbeda hari, namun takbir kita tetap satu. Hati kita tetap bersatu dalam iman, dan tujuan kita sama, mengagungkan Allah Yang Maha Besar," ujar H. Attabik di hadapan ribuan jemaah.
Lebih lanjut, ia mengingatkan jemaah bahwa Islam tidak pernah mengajarkan keseragaman mutlak. Mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan pendapat para ulama klasik seperti Imam Malik dan Imam Al-Ghazali, ia menyerukan agar umat tetap menjaga tradisi lama yang baik sambil mengadopsi kemajuan zaman (al-muhafadzatu 'ala qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah).
"Pesantren, majelis ilmu, dan budaya gotong royong adalah amanah peradaban. Kita harus konsisten dalam nilai-nilai Islam agar lembaga-lembaga ini tetap menjadi akar peradaban yang kokoh dan memberi manfaat bagi umat," tambahnya.
Menutup khotbahnya, DR H. Attabik mengajak seluruh elemen masyarakat-baik dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, maupun organisasi lainnya-untuk kembali ke prinsip I’tishom (berpegang teguh pada tali Allah).
"Umat ini tidak akan kuat hanya karena jumlahnya yang besar, melainkan karena hati yang bersatu dalam ketaatan. Jangan biarkan perbedaan fikih atau organisasi memecah persaudaraan kita. Idulfitri adalah momentum untuk memperkuat persatuan dan menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam," Lanjutnya.
Pelaksanaan Sholat Idulfitri di Alun-Alun Banjarnegara ini diakhiri dengan doa bersama dan silaturahmi antarwarga yang memenuhi area alun-alun kota Banjarnegara.*** (Tim Kominfo/ahr/gas).

Social Header